*PLUNG*

Bisa jadi ini pertanda untung bisa juga rugi, tapi yang pasti setiap peristiwa pada setiap detik langkah di dalam kehidupan kita pasti terjadi atas izin Allah. Maha Suci Allah yang memberi kejadian itu hingga dapat diambil hikmah dalam setiap kejadian besar dan kecil. Allahuakbar… Allahuakbar.. Bersegeralah wudhu ketika mendengar adzan. Bukan karena muslim taat banget, tapi lagi baik aja plus saya akan masuk kelas lagi jam 1 siang. Mulus perjalanan sampai saya menekukkan badan di toilet- BAK- Alhamdulillah. Pas buka keran, kok airnya keruh, seperti ada serbuk-serbuk kayu yang keluar dari keran. Lalu saya biarkan air mengucur, maksudnya biar habis kotorannya dan air jadi jernih. Ketika badan saya bergerak waktu ngutak ngatik keran dibantu dengan menampung air di gayung, tiba-tiba aja kunci lemari yang berada di kantong blazer (baju) berisik, klinting-klinting, dan Ohh… Adegan ini yang mulai bikin mual sampai detik menulis…. 3(1090) Kuncinya masuk ke lubang toilet. kejadian kecil tapi efeknya cukup besar. Padahal waktu kuncinya berisik di dalam kantong, sebenarnya saya masih bisa ambil terus pindahin ke wastafel. Tapi karena ngegampangin, malah jadi lama di dalam kamar mandi. Sekarang malah harus berusaha ngambil kunci pakai lidi. download (1) Berhasil…. Gak perlu sejam sih, saya cuci tangan, cuci kunci, terus wudhu. Efek lamanya adalah saya merasa sangat mual. Tolooongggggggg!!!!! images (1)

Iklan

4 April 2015, Rembulan kan menatap Sang Pencipta Semesta : Gerhana (إن شاء الله)

Melihat dari sisi pandang berbeda.

pengikatsurga

Dia masih sangat kecil, ya sangat kecil, tapi daya ingatnya luar biasa

Dalam usia belia, rentang 7-9 tahun, berhasil menghafal apa yang Rasulullah katakan

berhasil mengingat dan menceritakan kembali apa yang dilihatnya dari Rasulullah di rentang usia belia

105 Hadits diriwayatkan olehnya didalam musnad Imam Ahmad

pemuda belia itu, An Nu’man Bin Basyir, bayi pertama yang terlahir dari kalangan Anshar setelah hijrah Rasulullah.

Satu Hadits membuka spektrum pemahaman spektakuler, tentang gerhana,

ketika An Nu’man berkata :

انْكَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَخَرَجَ فَكَانَ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَيَسْأَلُ، وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَيَسْأَلُ، حَتَّى انْجَلَتْ، فَقَالَ: ” إِنَّ رِجَالًا يَزْعُمُونَ أَنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ إِذَا انْكَسَفَ وَاحِدٌ مِنْهُمَا، فَإِنَّمَا يَنْكَسِفُ لِمَوْتِ عَظِيمٍ مِنَ الْعُظَمَاءِ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ، وَلَكِنَّهُمَا خَلْقَانِ مِنْ خَلْقِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِذَا تَجَلَّى الله عَزَّ وَجَلَّ لِشَيْءٍ مِنْ خَلْقِهِ خَشَعَ لَهُ

Matahari mengalami gerhana di zaman Rasulullah _salam sejahtera baginya_ Rasulullah keluar dari rumahnya dan shalat dua raka’at…

Lihat pos aslinya 263 kata lagi

Fulbright Scholar

Kucluk… Kucluk. Temanku tiba-tiba bertanya tentang masa depan yang menjanjikan. “Mau dapat beasiswa ke Amerika?” katanya di siang hari, yang bukan hanya menambah kepanasan terik matahari tapi juga membuat hatiku meleleh terbakar klepek-klepek hingga menjadi haus dan lapar. Haus ilmu dan lapar mata. Hadeh.
Siapa dong yang tidak mau mengambil kesempatan yang WOW itu? Meskipun belum tentu lulus, tapi setidaknya dicoba. Meskipun juga sadar diri bahwa kemampuan bahasa inggris dibawah pas-pasan, tapi sok meyakinkan diri dan juga diyakinkan teman, gak apa-apa bisa kursus. Yay… Peluang besar karena beasiswa ini memang diperuntukkan khusus untuk pegawai negeri perguruan tinggi dan ristek. Hampir seluruh penyelenggara pendidikan tinggi memiliki kesempatan di daerahnya masing-masing. Menggebu-gebulah rasanya, ingin sukses. Meraih prestise. Pergi jauh ke negeri orang yang akan banyak dapat segudang pengalaman, jauh dari penat negeri pribumi. Melupakan segudang cerita masa lalu, yang penting jauh. Jadi punya mimpi dadakan sekolah di luar negeri melalui beasiswa fulbright yang menjadi salah satu program dari kementrian ristek dikti. Apalah karenanya dan nantinya, pokoknya harus bisa.. semangat.

index

Huhft!! Benar-benar lapar mata bukan juga haus ilmu, sebab belum genap sehari, perubahan hati ini terjadi hanya dalam satu jam setelah keinginan menggebu-gebu itu muncul. Benar, Allahlah yg memiliki hati. Setiap saat keadaan hati kita bisa berubah. Kita sendiri tak mampu menundukkannya tanpa ada Allah yang menggerakkan. Subhanallah!
Kadang, kita terlalu terburu-buru berkeinginan (bagi kita yang tidak sedang diuji dengan waktu). Aku teringat kata-kata dia, boleh memilih apa yang kita suka asal pilihan itu memang pilihan yang akan kita jalani dengan sepenuh hati, bukan sekedar ikut-ikutan atau pelarian dari masalah. Ricuh bertepuk tangan… sweet. Iya, bahkan saat kita tau kita tidak punya kemampuan pada pilihan itu, tidak fokus menyelesaikannya sampai akhir, kenapa masih juga berkeinginan?
Bukan juga hanya sekedar berkeinginan sesaat tanpa dipikirkan sebab, akibat, dan manfaatnya, tapi juga meluruskan niat. Alhamdulillahnya, aku jadi mengukur diri bahwa tujuanku bukan pada belajar ilmu akuntansi secara penuh melainkan hanya sebatas pemenuhan akan kewajiban. Bakat, minat, dan potensiku bukan pada keilmuan yang rasanya jauh untuk digapai secara maksimal. Ada mimpi lain yang harus dikejar dan dilanjutkan. Fokus pada hal yang telah dirintis. Ayo, selesaikan satu persatu. Memiliki amal sedikit tapi prioritas dan maksimal jauh lebih baik dibandingkan banyak bidang ilmu tapi aku hanya dikenal oleh makhluk bumi dan langit sebagai ecek-ecek. Huwah.
Setiap kita memiliki kemampuan yang berbeda. Maksimalkan potensi yang Allah berikan pada diri, justru beda bidang keilmuan itulah yang membuat kita bisa saling melengkapi. Kalo kata tere di lirik lagunya, “harusnya perbedaan menjadi jalan untuk dapat saling melengkapi.” Pilihlah apa yang memang kita inginkan sesuai kemampuan, fokus, dan raih penuh totalitas ya. Kejar sampai berhasil di mata manusia dan Allah, apapun itu. ^__^

Maaf yang Jauh

Kau tau, setiap kita yg dilahirkan sebagai manusia pastilah tidak selalu berada pada pribadi yang baik, meskipun Allah telah menciptakan malaikat yang penuh ketaatan kepadaNYA masih saja diperintahkan bersujud kepada Adam, begitu juga seluruh tanaman, hewan, hasil bumi juga ditundukkan untuk manusia, meskipun juga kekhalifahan di muka bumi ini diserahkan kepada manusia untuk memimpin. Manusia tetaplah berubah, sebagaimana iman yang terus berfluktuasi. Suatu waktu kita bisa menjadi malaikat bagi sekitar, tapi beberapa detik kemudian bisa berubah menjadi jelmaan setan yang begitu liar dalam kata dan perbuatan.

Perilaku manusia bergerak dari hati. Tak ada hati yang murni baik sepanjang masa. Begitupun sebaliknya, tidak ada keburukan yang melekat abadi pada mukmin kecuali manusia yang telah ditutup hatinya oleh Allah. Begitupun dengan saya, kita. Pernah, merasa paling ditekan tanpa ada kesempatan untuk dimengerti? Pernah merasa diri paling pongah? Pasti pernah, tapi mungkin itu hanya sekedar perasaan, alasan pembenaran mencari siapa yang bisa disalahkan atau bagian dari kepercayaan diri yang terlalu besar, berlebih. Bukti keegoisan diri. Kita yang mencari pengakuan “aku tidak salah”

Kita sering lupa, bahwa mungkin kitalah yang sebenarnya salah. Mungkin juga mereka yang menyalahkan yang salah. Apapun kondisinya, kita memiliki sisi benar dan salah. Tak ada kesalahan yang berdiri tanpa sebab, dan sebabnya adalah kita, lingkungan kita, yang jelas Allah tak pernah salah dalam berkehendak. Kata “Latif” mengingatkan kita tentang lembutnya Allah. Manusia hakikatnya hanya suka menerka, sok tahu, sering memberi vonis atas nama Tuhan, sedang kita sendiri belum tahu benar sebaik apa posisi kita di hadapan Allah.Selembut apa kita terhadap saudara kita, sedia apa kita saat kita dibutuhkan.

Ramadhan menjelang..
Satu persatu manusia meninggalkan dunia membawa kesalahan dan kebenaran dalam dirinya, tanpa pernah bisa merayu sang pembawa maut, jiwa-jiwa itu melayang pergi terhempas dari raganya kembali pada yang menciptakan, tanpa pernah berkesempatan mencuci diri di lautan ampunan Ramadhan di tahun ini. Setiap kejadian menjadi kenangan. Saya, kita, tak pernah tau pada bulan apa terakhir suaan kita.

Pada jiwa yang kerdil, tulisan ini menjadi wasilah pada mereka yang pernah tergores luka dari kesalahan atau yang menorehkan luka atas perbuatan salah. Sejatinya kita tak pernah benar hingga layak menyalahkan orang lain. Kita juga tak pernah absen dari kesalahan hingga puas membenarkan diri sendiri. Biarlah penilaian itu milik Allah semata, sedang lisan dan tangan tak cukup berani untuk menyampaikan maaf. Berharap suatu hari, tulisan ini bisa sampai pada yang dimaksud hingga akhirnya hadir sebuah keikhlasan. Pelukan jauh yang mungkin tak lagi terasa hangat saat ini, akan digantikan oleh hangatnya mentari yang selalu setia mengganti mendung. Berharap, episode terburuk sekalipun dalam hidup kita bisa menjadi penggugur dosa-dosa. Perjalanan panjang masih terus menanti jiwa-jiwa yang lebih hebat. Saya juga tak pernah tau, apa bisa menjadi hebat saat bulan itu tiba. Saya tak mampu tampil cantik penuh senyum menatap wajah-wajah itu demi mengakui kesalahan dan keegoisan diri, tapi juga tak munafik mengakui bahwa masih ada perasaan berat untuk membuatnya biasa saja.

Biarlah jiwa-jiwa ini mencari ketenangan dengan caranya sendiri. Berubah lewat waktu. Bulan- bulan yang ada semuanya indah, sampai kau bertemu dengan keindahan abadi pada saatnya nanti.

Saat Kau Menjadi istri

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi para suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh Albani)

“Dunia (hidup di dunia ini) adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan di dunia ini adalah istri yang baik (sholehah).” (Shahih Muslim, Kitab 14, Bab 17, Hadits No.1467). Ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh seorang istri yang shalehah di dalam keluarga, termasuk pergaulannya terhadap suami. Beberapa hal tersebut adalah:

1.♥ Menjadi seorang istri yang baik adalah sedemikian penting sehingga dari titik pandang Islam, seorang istri yang baik dipandang sebagai sesuatu yang paling baik di dunia.

2.♥ Peranan perempuan dalam rumah tangga sangat penting. Sesungguhnyalah ia merupakan faktor penentu.

3.♥ Istri harus melakukan yang terbaik untuk menjaga agar suaminya tetap senang kepadanya.

4.♥ Istri ideal harus memadukan 3 hal: Ia dapat membahagiakan suaminya bila suami melihatnya, dengan cara merawat diri agar selalu tampil cantik di depan suami. Ia harus taat dan tidak menentang keinginan suaminya baik menyangkut diri sang istri atau harta bendanya dengan melakukan sesuatu yg dicela olehnya.

5.♥ Menolak tidur bersama suaminya ketika ia mengajaknya tidur adalah kesalahan besar yg harus dihindari.

6.♥ Jika sang istri berniat untuk puasa sunnah, ia boleh melakukannya setelah ada izin dari suaminya. Jika tidak ada izin suaminya, maka suami berhak membatalkan puasa yang sedang dijalaninya.

7.♥ Adalah kewajiban seorang istri untuk tidak mengizinkan seseorang, yang tidak diinginkan suaminya, untuk masuk ke dalam rumah tanpa izin darinya.

8.♥ Istri tidak boleh memberikan sesuatu yang mungkin hak milik suaminya tanpa perkenannya.

9.♥ Seorang istri tidak patut meminta dari suaminya uang tambahan atau apa yang ia tidak miliki atau tidak mampu memberikannya, dan ia harus menunjukkan rasa terima kasih atas apapun yang telah suaminya berikan.

10.♥ Seorang istri harus mengakui bantuan apapun yang diberikan suaminya di dalam rumah.

11.♥ Istri yang baik adalah ia yg taat pada perintah suaminya jika ia memintanya melakukan sesuatu.

12.♥ Saat suami pulang ke rumah, istri harus menyambutnya dengan ramah dan menemuinya dengan penampilan yang baik dan cantik.

13.♥ Istri tidak mengabaikan kebutuhan-kebutuhan suaminya atau melalaikan tuntutannya. Semakin seorang istri memperhatikan suaminya, maka semakin besar pula timbul rasa cinta suami padanya. Kebanyakan para suami – secara faktual, memandang perhatian sang istri pada mereka sebagai satu ekspresi dari cintanya.

14.♥ Seorang istri harus hati-hati dalam menyampaikan persoalan-persoalan keluarga, atau mengadu padanya tentang anak-anak, dll. Terutama menyampaikan sesuatu disaat suami sedang kelelahan..tapi carilah saat-saat yang tepat dan rilex. Istri juga harus berupaya menciptakan suasana damai yang dibutuhkan suaminya.

15.♥. Bagi seorang istri yang menghormati kerabat dekat suaminya dan memperlakukan mereka dengan ramah adalah – sesungguhnya – merupakan tanda penghargaan dan hormat bagi suaminya.

16.♥ Seringkali meninggalkan rumah adalah suatu kebiasaan buruk bagi perempuan. Ia juga tidak boleh meninggalkan rumah jika suaminya keberatan ia berbuat demikian.

17.♥ Istri tidak boleh bercengkrama dengan laki-laki asing tanpa mengindahkan keberatan suaminya.

18.♥ Istri harus penuh perhatian terhadap suaminya pada saat ia berbicara.

19.♥ Seorang istri tidak berhak meminjamkan sesuatu dari harta suaminya yang bertentangan dengan keinginannya. Tetapi ia boleh meminjamkan hak miliknya sendiri.

20.♥ Menuntut perceraian dari suami tanpa alasan yang kuat adalah Terlarang..!!

21.♥ Jika seorang teman suami bertanya tentang dia, ia boleh menjawabnya tetapi tanpa harus terlibat dalam percakapan panjang lebar.

22.♥ Terlalu banyak berargumentasi dan berdebat dengan suami, menghitung-hitung kesalahan suami, sebenarnya hanya akan menumbuhkan kebencian dan memperburuk hubungan.

23.♥ Memelihara rumah dan menjalankan tugas-tugas rumah tangga adalah menjadi tanggung jawab istri. Oleh karena itu ia harus mengerjakan tugas-tugas merawat rumah, perabot rumah tangga dan lain-lain dan juga harus hemat.

24.♥ Seorang istri tidak boleh memberi sedekah dari harta suaminya tanpa seizinnya.

25.♥ Menceritakan pada orang lain mengenai masalah-masalah Hubungan Suami Isteri adalah merupakan dosa menurut Islam.

26.♥ Seorang istri tidak perlu takut menyatakan cinta dan kasih sayang terhadap suaminya. Hal itu akan menyenangkan hatinya. Jika ia tidak menemukan cinta dan kasih sayang di rumahnya, mungkin ia akan terdorong untuk mencari hiburan dimana saja, di luar rumah.

27.♥ Kepemimpinan dalam keluarga adalah menjadi hak suami. Bagi perempuan yang menuntut persamaan hak dengan suaminya, akan berakibat adanya dua pemimpin dalam keluarga dan ini tidak dikenal dalam Islam.Tetapi suami tidak boleh bertindak dengan cara otokratis dan menyalahgunakan posisinya. Ia harus memperlihatakn cinta dan kasih sayangnya, memperlakukan istrinya sebagai partner hidup. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).

Copas /kangudo.wordpress.com

Memberi saat sulit

Pekerjaannya hanya sebagai cleaning service di instansi pendidikan tinggi negeri, masih honor, yang belum jelas kapan akan diangkat sebagai PNS. Setiap hari yang dilakukannya menyapu dan mengepel. Menelean setiap kata “tak apa” saat setiap orang berlalu lalangdi koridor,  menginjak lantai yang masih basah. Memungut setiap sampah yang sengaja dibuang mahasiswa sembarangan, meski sesekali merasa jarang sekali  pekerjaannya dihargai, dapat dihitung siapa yang mau membantu meringankan pekerjaannya meski hanya sebatas membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Seperti tak berdaya, marah yang tergurat di wajah tetap memaksa mulutnya bungkam.

Bulan ini ia belum menerima gaji. Statusnya yang hanya pegawai honor, pasti tetap menerima gaji tiap bulan tapi belum tetap tanggal berapa, biasanya awal bulan. Seperti biasa, bulan ini ia menyetorkan cicilan kepada orang baik hati yang mau meminjamkan uang padanya. Selain juga cicilan bank yang otomatis langsung dipotong dari gajinya. Wajar rasanya, jika gaji yang ia dapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, aku pikir, Tapi ternyata bukan. Inilah alasan kenapa kita harus mempertanyakan sesuatu kepada orang yang bersangkutan, tidak membiarkan diri kita memiliki persepsi sendiri, bertanya tentang keadaan sebenarnya meski dengan alasan iseng atau mendamaikan diri.Yah, setidaknya kita menjadi tau kondisi sebenarnya karena manusia selalu punya bakat untuk berburuk sangka. Jiah… manusia (tanda petik).

Jawabannya singkat, untuk beli TV. Bagi orang-orang tertentu, TV bisa menjadi hiburan saat merasa sepi. Ternyata TV itu bukan untuknya, melainkan TV baru untuk tetangganya.  Ia membeli TV baru lalu tetangganya mencicil secara kredit kepadanya per bulan sejumlah uang yang besarnya sama dengan jumlah uang yang ia pinjam kepada orang di tempatnya bekerja (riweh amat bahasanya). Jadi, ia tidak  menjadikan itu sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Alasannya membantu tetangga, memudahkan urusan tetangganya. Membayangkan, membantu orang lain padahal ia juga terpaksa harus pinjam karena tak punya simpanan lebih. Padahal juga TVnya mungkin tidak lebih layak dari TV baru milik tetangganya. Padahal, kenapa ia harus repot-repot membuat tetangganya bahagia memiliki TV baru yang lebih banyak menayangkan acara-acara tidak bermanfaat, hiburan semata yang mungkin melalaikan kita dari mengingat Allah. Tapi ia memiliki alasan simple, membuat tetangganya bahagia. Punya hikmah luar biasa saat mengetahui  ia bisa memandang suatu masalah dari sudut pandang orang lain, berempati, meringankan beban tetangganya padahal ia juga memiliki beban hidup yang berat, tak ada untung baginya tapi ia juga tak rugi, tak ada yang berkurang dari hartanya, tapi setidaknya ia bahagia saat bisa memberi kebahagiaan bagi orang lain. Berkatalah…. Subhanallah.


Ringan membahagiakan.

 

DUPLIKAT

Seketika saja orang yang berprofesi sebagai tukang cukur di pertigaan jalan ambon dekat rumahku menatapku lekat full senyum dengan terjemahan hatinya berkata-kata saat melihat aku dan ayahku melangkah memasuki kios miliknya, terlihat dari raut mukanya dia sedang berdialog pada hatinya sendiri. Sambutan yang lebih banyak diam terkesan kaget, manggut-manggut, sampai jawaban” iya” yang dia lontarkan sama sekali sulit ditebak. Tidak datar tapi juga tidak banyak hal yang ditanyakan padaku. Tangannya bergerak mencukur rapi rambut ayah, tapi matanya tak pernah absen untuk melihatku, sering kali. Ah, mana mungkin pula aku akan GR kalo pun juga telah berhasil membuat terpesona si tukang cukur itu. Tap.. Tap.. Tap, cukuran hampir selesai. Lalu dia menanyakan pekerjaanku, umur, dan status. Ahai… apa yang akan kupikirkan sekarang?

Tampilan diriku ternyata telah membuat pria kelahiran 70 itu terkenang pada masa lalu, pada seseorang yang paling ia cintai, seseorang yang membuatnya tetap bertahan sendiri sampai saat ini, seseorang yang memberi arti dalam hidupnya tak tergantikan. Kebaikan darinya terus mengalir pada pertemuan yang detik-detiknya begitu singkat baginya, kami menghilang dari hadapannya saat ia berhasil menyeberangkan dan menyetopkan angkot untuk kami karena aku menolak ia mengantar dengan motor, cukup saja terima kasih, tidak kenal.. kupikir.

Apa yang kita pikirkan saat kita bertemu dengan orang yang mengingatkan pada dia yang terkasih? Kita sering berjumpa dengan seseorang yang mengingatkan kita pada orang terdekat, mungkin dari wajahnya, senyumnya, cara bicaranya, atau dari sifatnya. Pernah juga kah berpikir tentang apa yang Allah akan lakukan jika melihat kita mirip dengan Rasulullah, kekasih Allah? Jika kita memiliki sifat yang mirip dengan Rasul, maka tentu akan mendapat perlakuan yang sama dengan apa yang Allah perlakukan kepada kekasihnya tersebut. Kita juga akan mendapatkan cinta dan rahmat yang tak berujung hingga pertemuan pada kehidupan yang kekal itu tiba. Ah, tapi aku tersadar bahwa aku baru masih hanya bisa mirip dengan orang lain secara wajah ataupun karakter, tapi masih jauh dari sifat-sifat kekasihNya. One day…