Tiada Duka yang Abadi

Posted: Februari 14, 2012 in Lirik, Mahabbah
Tag:

http://www.4shared.com/mp3/0Ul-HxbZ/Opick_-_Tiada_Duka_Yang_Abadi.html

tiada duka yang abadi di dunia
tiada sepi merantaimu selamanya
malam kan berakhir, hari kan berganti
takdir hidup kan dijalani

tangis dan tawa nyanyian yang mengiringi
hati yang rindu tanda cinta dijalan-Nya
namun ku percaya hati meyakini
semua akan indah pada akhirnya

andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa perbaiki segala yang terjadi
tapi waktu tak berhenti
tapi detik tak kembali
harap ampunkan hamba-Mu ini

waktu berputar rembulan dan matahari
bunga yang mekar akan layu akan mati
malam kan berakhir, hari kan berganti
takdir hidup kan dijalani

andai bisa ku mengulang
waktu hilang dan terbuang
andai bisa perbaiki segala yang terjadi
tapi waktu tak berhenti
tapi detik tak kembali
harap ampunkan hamba-Mu ini (2x)

 

  Salah Siapa? “Aku nggak menyangka bapak itu bisa berbuat seperti itu, berani banget ya?” ujar seorang wanita cantik yang berprofesi sebagai dosen.

“ Namanya juga kepepet, bu. Lagi butuh uang kali ya.” Sahut teman seprofesinya

“ Ya tapi kan malu, bu. Lagian bodoh juga mahasiswanya. Mau aja disuruh beli nilai.”

“ Mahasiswa mau aja lah. Bapak itu dong yang terlalu berani memberikan penawaran ke mahasiswanya. Sekarang kan baru tau rasa karena ketahuan, mana dosen senior lagi. Kasian ya!”

Aku terkesima mendengar obrolan teman yang mau tidak mau mendengar, dan jadinya aku penasaran juga dengan ceritanya (hehe..bukan bermaksud gibah lho). Nilai mahasiswa bisa diperbaiki jika memberi sejumlah uang kepada dosen mata kuliah bersangkutan, dan jumlah rupiahnya telah disepakati sebelumnya. Jelas, itu mencoreng nama baik dosen PNS yang menjadi pelaku, dosen lainnya, institusi negeri kami sebagai wadah.

Aku jadi teringat dengan kisah suap salah seorang kader partai poltik yang sedang hot jadi buah bibir masyarakat tahun ini, Anas Ubaningrum, yang diindikasi telah melontarkan sejumlah uang kepada ketua-ketua DPC agar mau memilihnya menjadi ketua umum partai dan disinyalir uang itu adalah hasil korupsi. Terlepas benar atau tidak informasi tentang Pak Anas, Jelas sudah jadi biasa bagi kita mendengarnya, seperti kita semua tau apa yang terjadi ketika masa pemilu tiba.

Lantas, siapa sebenarnya yang harus disalahkan dalam penyakit masyarakat ini? Tentu tidak dapat seseorang memberi jika tidak ada orang lain yang menerima, tidak ada yang ingin menolong ketika tidak ada yang ingin ditolong, tidak ada pembeli jika tidak ada penjual, atau sebaliknya. Wajar jika pejabat publik yang terpilih adalah mereka yang memiliki kepentingan pribadi bukan alasan rakyat, karena memang sebagian besar masyarakat yang memilih juga adalah masyarakat yang memiliki kepentingan pribadi atas kesenangan mereka sendiri tanpa berpikir generasi berikutnya. Masuk akal, jika pemimpin negara yang terpilih adalah yang memiliki jiwa koruptor, karena masyarakat juga yang mau memilih dengan alasan tanggung jawab karena telah mendapatkan sejumlah uang (money politic). Masyarakat pragmatis menciptakan kondisi dilematis hingga memberi ruang yang begitu strategis bagi calon pemimpin masyarakat yang memiliki mental pesuap. Kesalahan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jika kita melihat kehidupan Rosul yang begitu jujur, kita bisa mengaitkan prinsip kehidupan dengan keimanan seseorang, sehingga tidak ada lagi dikotomi antara islam dan kehidupan yang menyangkut segala aspek. Seperti kata aa’Gym bahwa perubahan bisa kita lakukan dengan 3M, mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai dari saat ini. Hindari sogok menyogok mulai dari diri kita dan keluarga, hindari membayar atau meminta imbalan jasa atas pekerjaan yang memang telah menjadi tugas, dan berupaya semaksimal mungkin tidak menggunakan cara yang tidak halal sebagai alat menuju tujuan.

Kesalahan itu bukan hanya berakibat buruk pada saat ini saja, tapi selamanya. Pernah aku berbincang dengan teman tentang mudahnya menjadi PNS dengan hanya menyogok. Sudah menjadi image sendiri bagi daerah kami di Lampung bahwa PNS adalah pekerjaan yang tidak murni. Budaya menyogok agar menjadi PNS adalah budaya yang membawa kepada keterpurukan dan kehancuran panjang. Bagiku pribadi, sudah bisa dimaafkan jika pelaku (PNS bajakan) menyesali perbuatannya, memandang buruk perbuatannya, dan berjanji tidak memberi kesempatan untuk mengulangi baik pada dirinya maupun orang lain. Tapi ternyata tidak semudah itu, temanku bilang bukti dari penyesalannya adalah dia harus mengundurkan diri dari PNS. Awalnya kupikir itu saran yang kejam, tapi ternyata benar bahwa selamanya dia akan memakan harta haram dalam hidupnya. Makanan yang akan masuk ke dalam perut dirinya dan keluarga selamanya akan berasal dari harta yang tidak halal, lalu hilanglah garansi keridhoan Allah dalam hidupnya. Begitupun dengan pihak yang menerima.

Maka… Ubahlah jargon hidup kita!!

Ganti slogan “Bayar saja, yang penting cepat beres” dengan “Santai saja, yang penting barokah” Mari raih kesuksesan akhirat dan dunia kita !!!

PEREMPUAN SEMPURNA, SIAPAKAH KAU?

Dalam pandangan saya, mbak afifah afra adalah wanita beruntung ketika memiliki segudang prestasi kepenulisannya, keluarga yang baik, dan suami  yang seorang dokter dan aktivis dakwah. Benar-benar kecemerlangan kehidupan dunia dan akhirat bagi saya, tapi ternyata saya mendapat pelajaran berharga dari catatan beliau tentang arti kehidupan, hakikat sebenarnya tentang arti perjuangan.

Sebuah Catatan Kecil Afifah Afra

Ketika akhirnya saya dilamar oleh seorang lelaki, saya luruh dalam kelegaan. Apalagi lelaki itu, kelihatannya ‘relatif’ sempurna. Hapalannya banyak, shalih, pintar. Ia juga seorang aktivis dakwah yang sudah cukup matang. Kurang apa coba?

Saya merasa sombong! Ketika melihat para lajang kemudian diwisuda sebagai pengantin, saya secara tak sadar membandingkan, lebih keren mana suaminya dengan suami saya.

Sampai akhirnya air mata saya harus mengucur begitu deras, ketika suatu hari menekuri 3 ayat terakhir surat At-Tahrim. Sebenarnya, sebagian besar ayat dalam surat ini sudah mulai saya hapal sekitar 10 tahun silam, saat saya masih semester awal kuliah. Akan tetapi, banyak hapalan saya menguap, dan harus kembali mengucur bak air hujan ketika saya menjadi satu grup dengan seorang calon hafidzah di kelompok pengajian yang rutin saya ikuti.

Ini terjemah ayat tersebut:

66:10. Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.

66:11. Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”,

66: 12. dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.

SEBUAH KONTRADIKSI

Ada 4 orang yang disebut dalam 3 ayat tersebut. Mereka adalah Istri Nuh, Istri Luth, Istri Firaun dan Maryam. Istri Nuh (IN), dan Istri Luth (IL) adalah symbol perempuan kafir, sedangkan Istri Firaun (IF) dan Maryam (M), adalah symbol perempuan beriman. Saya terkejut, takjub dan ternganga ketika menyadari bahwa ada sebuah kontradiksi yang sangat kuat. Allah memberikan sebuah permisalan nan ironis. Mengapa begitu?

IN dan IL adalah contoh perempuan yang berada dalam pengawasan lelaki shalih. Suami-suami mereka setaraf Nabi (bandingkan dengan suami saya! Tak ada apa-apanya, bukan?). Akan tetapi mereka berkhianat, sehingga dikatakanlah kepada mereka, waqilad khulannaaro ma’ad daakhiliin…

Sedangkan antitesa dari mereka, Allah bentangkan kehidupan IF (Asiyah binti Muzahim) dan M. Hebatnya, IF adalah istri seorang thaghut, pembangkang sejati yang berkoar-koar menyebut “ana rabbakumul a’la.” Dan Maryam, ia bahkan tak memiliki suami. Ia rajin beribadah, dan Allah tiba-tiba berkehendak meniupkan ruh dalam rahimnya. Akan tetapi, cahaya iman membuat mereka mampu tetap bertahan di jalan kebenaran. Sehingga Allah memujinya, wa kaanat minal qaanithiin…

PEREMPUAN SEMPURNA

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda:

“Sebaik-baik wanita penghuni surga itu adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Firaun, dan Maryam binti Imran.” (HR. Ahmad 2720, berderajat shahih).

Empat perempuan itu dipuji sebagai sebaik-baik wanita penghuni surga. Akan tetapi, Rasulullah saw. masih membuat strata lagi dari 4 orang tersebut. Terpilihlah dua perempuan yang disebut sebagai perempuan sempurna. Rasul bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, tetapi tiada wanita yang sempurna kecuali Asiyah istri Firaun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya keutamaan Asiyah dibandingkan sekalian wanita adalah sebagaimana keutamaan bubur roti gandum dibandingkan dengan makanan lainnya.” (Shahih al-Bukhari no. 3411).

Inilah yang membuat saya terkejut! Bahkan perempuan sekelas Fathimah dan Khadijah pun masih ‘kalah’ dibanding Asiyah IF dan Maryam binti Imran. Apakah gerangan yang membuat Rasul menilai semacam itu?

Ah, saya bukan seorang mufassir ataupun ahli hadits. Namun, dalam keterbatasan yang saya mengerti, tiba-tiba saya sedikit meraba-reba, bahwa penyebabnya adalah karena keberadaan suami. Khadijah, ia perempuan hebat, namun ia tak sempurna, karena ia diback-up total oleh Muhammad saw., seorang lelaki hebat. Fathimah, ia dahsyat, namun ia tak sempurna, karena ada Ali bin Abi Thalib kw, seorang pemuda mukmin yang tangguh.

Sedangkan Asiyah? Saat ia menanggung deraan hidup yang begitu dahsyat, kepada siapa ia menyandarkan tubuhnya, karena justru yang menyiksanya adalah suaminya sendiri. Siksaan yang membuat ia berdoa, dengan gemetar, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim.” Siksaan yang membuat nyawanya terbang, ah… tidak mati, namun menuju surga. Mendapatkan rizki dan bersukaria dengan para penduduk akhirat.

Bagaimana pula dengan Maryam? Ia seorang lajang yang dipilih Allah untuk menjadi ibunda bagi Nabi Isa. Kepada siapa ia mengadu atas tindasan kaumnya yang menuduh ia sebagai pezina?

Pantas jika Rasul menyebut mereka: Perempuan sempurna…

 YANG MENGANTAR ke Surga, Adalah Amalan Kita

Jadi, bukan karena (sekadar) lelaki shalih yang menjadi pendamping kita. Suami yang baik, memang akan menuntun kita menuju jalan ke surga, mempermudah kita dalam menjalankan perintah agama. Namun, jemari akan teracung pada para perempuan yang dengan kelajangannya (namun bukan sengaja melajang), atau dengan kondisi suaminya yang memprihatinkan (yang juga bukan karena kehendak kita), ternyata tetap bisa beramal dan cemerlang dalam cahaya iman. Kalian adalah Maryam-Maryam dan Asiyah-Asiyah, yang lebih hebat dari Khadijah-Khadijah dan Fathimah-Fathimah.

Sebaliknya, alangkah hinanya para perempuan yang memiliki suami-suami nan shalih, namun pada kenyataannya, mereka tak lebih dari istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Yang alih-alih mendukung suami dalam dakwah, namun justru menggelendot manja, “Mas… kok pergi pengajian terus sih, sekali-kali libur dong!” Atau, “Mas, aku pengin beli motor yang bagus, gimana kalau Mas korupsi aja…”

Benar, bahwa istri hebat ada di samping suami hebat. Namun, lebih hebat lagi adalah istri yang tetap bisa hebat meskipun terpaksa bersuamikan orang tak hebat, atau bahkan tetapi melajang karena berbagai sebab nan syar’i. Dan betapa rendahnya istri yang tak hebat, padahal suaminya orang hebat dan membentangkan baginya berbagai kemudahan untuk menjadi hebat. Hebat sebagai hamba Allah!

Sumber: http://www.afifahafra.net/2011/06/perempuan-sempurna-siapakah-kau.html

Bagi saya yang single, catatan ini menambah pemahaman bahwa kebahagiaan itu tidak tergantung kepada siapa kita bersama tapi ketika kita ikhlas menjalani takdirnya. Hahh.. terus belajar menjadi ibunda Asiyah dan Maryam.

 *Untukmu, maaf atas segala kekurangan*

Bebek Egal-Egol

Posted: Januari 24, 2012 in Ibroh

Pak Guntur memperhatikan goyangan egal-egol tujuh anak bebek miliknya yang terkesan semakin dewasa dan mandiri. Sudah dua hari selalu saja bertujuh, tiap bermain atau sedang mancari cemilan selalu berarakan tujuh ekor tanpa ditemani bebek dewasa. Dulu, mereka sering mengekor di belakang induknya yang  jalannya juga egal-egol. Lucu, memaksa Pak Guntur memamerkan gigi emasnya. Padahal, sekarang juga masih ada dua bebek jantan yang belum diketahui siapa sebenarnya bapak dari tujuh ekor bebek itu, tapi anak bebek lebih senang tidak melibatkan bebek jantan dewasa dalam permainan mereka.

Dua hari yang lalu….

Seperti biasa saat menjelang magrib, Pak Guntur merasa kesal ketika harus memaksa bebek-bebek peliharaannya masuk ke dalam kandang. Apalagi hari ini bebek betina begitu betingkah, sangat menjengkelkan. Berkali-kali Pak Guntur harus menyaksikan anak bebek yang sudah berhasil masuk ke kandang, kembali keluar kandang. Masuk dan keluar lagi, terus-terusan. Ini semua karena induk mereka yang masih diluar dan memanggil anak-anaknya untuk keluar kandang. Tidak lagi lucu, tapi sangat mengesalkan. Sudah naik darah, Pak Guntur lalu melemparkan potongan kayu yang sedikit tajam ke depan badan induk bebek. Spontan bebek terbang lalu diam karena terkejut. Saat duduk terdiam, Pak Guntur mendekati induk bebek dan meyuruhnya masuk ke kandang. Lalu dengan begitu patuh, si bebek betina berjalan egal-egol pelan menuju kandang dan diikuti oleh ketujuh putranya (?)

Besok paginya….

Pak Guntur heran kenapa bebek-bebeknya tidak ada yang terlihat bermain di pekarangan seperti biasa. Saat melihat ke kandang, semua bebek masih berjumlah lengkap. Hanya saja tidak semangat atau bermain. Menurut Pak Guntur, ini pasti lagi-lagi disebabkan si induk yang menularkan energi malas ke anak bebek. Mulailah Pak Guntur mendekat dan hendak menggoyangkan sayap bebek betina. Ada darah yang sudah mulai beku di kepitan sayap bebek, yang ternyata menutupi luka berlobang cukup besar pada tubuhnya. Pak Guntur mulai menyadari, bahwa ketika bebek betina terbang justru kayu yang dilemparnya dengan emosi tinggi menusuk si bebek dan membuatnya terluka….  semalam.Pagi berselimut duka tanpa egal-egol bebek betina. Hembusan nafasnya sudah tidak bisa dirasakan. Sambil menyesal, Pak Guntur berpikir kapan bisa membeli bebek betina yang baru.

Pengantar

Surga itu disiapkan untuk orang-orang yang memiliki amalan istimewa di hadapan Allah SWT. Banyak amalan yang bisa mengantarkan kita kepadanya, kita bisa masuk dari pintu mana yang dikehendaki. Ada sholat, puasa, zakat, mencintai muslim, mengikhlaskan perbuatan teman yg tidak disenangi, dan amalan lainnya.
Sahabat….pada terbitan tulisan kali ini, saya lagi-lagi akan membahas makna cinta yg juga bisa mengantarkan kita kepada surgaNya seperti kisah Siti Asiah yang tetap menjaga keimanannya di hadapan Fir’aun atau kisah lelaki soleh lagi ganteng yang menikah dengan wanita buruk rupa.Saya juga heran mengapa berminat sekali membahas cinta, ini dikarenakan banyak sekali orang yang curhat kepada saya mengenai pacaran, menjaga hati, dan tentunya karena saya mencintai kalian. Rupanya, tidak serta-merta orang menjadi paham setelah membaca buku-buku yang membahas soal pacaran ketika ujian itu datang menghampiri. Diakui, sangat sulit rasanya untuk  menolak.

 Rasa Cinta Itu Fitrah

Siapa bilang tidak boleh menyukai seseorang, sedang rasa cinta adalah fitrah. Menurut sahabat, apa berdosa jika memiliki rasa cinta di dalam diri kita? Tentu saja tidak, semua orang di dunia berhak mencintai dan dicintai. Hanya saja, berlandaskan apakah rasa cinta yang kita miliki itu? Tidak usah dibahas mengenai cinta karena syahwat ya, semua pasti sepakat tentang buruknya mencintai seseorang karena hartanya, kecantikannya, atau hanya sekedar having fun, semua juga pasti sudah pada tau kadar dosanya jika merujuk pada perbuatan zina.

Lantas, bagaimana jika kita mencintai lalu menjalin hubungan dengan seseorang sebelum menikah?
Kalau kalian sudah pada tau tingkatan cinta sebenarnya, mulai dari Allah, Rasul, Mukmin yang soleh, keluarga (termasuk ortu, pasangan, saudara senasab), maka coba yuk selami tingkatan dalam urutan cinta yang terakhir yaitu cinta kepada pasangan.

Setelah melihat dan mendengar keluhan dalam mengelola rasa kepada orang yang kita taksir atau ketika kita menuju proses pernikahan, saya mengelompokkan orang-orang yang menjalani prosesnya menjadi beberapa golongan:

  1. Level paling bawah, ditempati oleh mereka yang menyukai seseorang karena kebaikannya (misal karena pintar, baik, perhatian, sifat keibuan/kebapakan), lalu mereka menjalin sebuah hubungan yang disebut “PACARAN”. Dalam perjalanannya, mereka begitu menjaga interaksi, tidak kebablasan alias hanya pegang-pegang dikit.hehe..
    Tingkatan ini tentu memiliki resiko terbesar. Tidak ada yang bisa berlepas dari jebakan syetan dalam pacaran, yang sedikit akan menjadi bukit, terus memicu sakit hati seandainya putus. Apalagi kalau diselingkuhi dengan yang lebih baik, huhu..rasanya dikhianati banget.
  2. Berikutnya adalah “JANJIAN” yang menempati level kedua. Okey, sahabat tidak pacaran tapi kemudian janji dengan seseorang akan menikah pada waktu yang telah ditentukan. Menurut kalian sih, waktunya tepat, tapi tentu saja mungkin tidak tepat bagi Allah. Siapa yang menjamin bahwa kalian memang berjodoh? Iya kan..!! Duh, pernahkah kita terpikir telah mengatur-ngatur Allah tentang siapa jodoh kita? Inilah resikonya, ketika ternyata kehendak Allah tidak sama dengan kita, maka akan sangat mengecewakan, butuh waktu panjang untuk mengikhlaskannya. Kondisi ini tidak salah, hanya kurang tepat.
  3. Memilih orang yang menurut kita baik untuk kita jadikan pasangan hidup ketika kita siap untuk menikah, inilah istilah “NGE-TAG”. Saat sahabat ingin menikah dan siap, kalian tinggal pilih siapa yang kalian suka dengan segala pertimbangan pribadi. Alibi yang sering dipakai adalah kisah Ibunda Khadijah saat memilih Rasulullah SAW. Baiklah, alasan mencintai seseorang karena kasolehannya sangat baik, tapi pernahkah bertanya semurni apa hati kita dibandingkan Khadijah, perempuan yang disebut Al-Qur’an telah dijamin masuk Surga? Coba nih, jika saja ada orang soleh/soleha/baik agamanya, tapi dia buruk rupa, tulalit, gaptek, kuper, tunarungu, apa kalian masih tertarik?
    Menikah karena menyukai seseorang di awal, hanya akan membuat kita kecewa. Hal-hal yang kita lihat baik secara lahir belum tentu akan kita dapatkan saat setelah  menikah, karena No Body’s perfect. Resiko lainnya adalah belum tentu yang kalian suka juga menyukai kalian kan? Hihi…:O
  4. Nah…ini dia tingkatan tertinggi dan tidak memiliki resiko apapun. Dijamin mantap deh jika kita bisa “RIDHO JODOH”. Mengikhlaskan siapa saja yang Allah pilihkan untuk kita. Caranya, dia datang ditawarkan pihak ketiga lalu kalian istikharah minta kemantapan hati. Yakin deh, jika dia memang jodoh kita, pasti juga akan dimudahkan jalannya oleh Allah. “Jika ada yang betanya kepadamu mengapa kau mencintainya, maka jawablah bahwa Allah yang menanamkan dan menumbukan cinta dalam hatimu untuknya.”
    Wah..wah. beruntung banget ya orang yang berada pada ranah ini. Hatinya ridho dengan siapa yang dipilihkan meskipun kadang ada yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Jika yang Allah pilihkan menyenangkan hati, mungkin tidak akan jadi problem bagi kalian, jadi bersyukurlah. tapi jika tidak sesuai maka bersabarlah, yakin bahwa Allah Yang Maha Tau apa yang akan terjadi pada sahabat di esok hari. Bahkan jika kalian mendapatkan seseorang yang buruk sekalipun, yakinlah bahwa pasti itu yang terbaik.

Jodoh, Takdir Yang Tidak Bisa Diubah

Apapun usaha kita mencari pasangan hanyalah proses dalam menjemput takdir Allah yang sebenarnya telah tertulis dalam Lauh Mahfuz. Sekalipun kita tidak melakukan apa-apa, percayalah bahwa Allah jua yang berkehendak atas apa yang pasti terjadi. Sedang kita, hanya diberi kesempatan untuk menjemputnya dengan cara-cara yang kita pilih sendiri, dan proses itulah yang selalu akan Allah nilai sebagai tiket kita menuju Surga atau NerakaNya.

 Zona Aman

Setiap orang memiliki daerah keamanan yang berbeda. Sahabat… setelah membaca uraian tentang empat level mengelola rasa, jika kalian merasa cukup berada pada zona pertama yaitu level terendah, maka itu juga cukup baik asalakan masih  bisa terus menjaga kebaikannya dari hal-hal yang cenderung merugikan. Tapi jika kalian tidak cukup puas dengan hanya berada pada zona itu, maka bermetamorfaselah… terus semangat agar bisa berada pada level berikutnya sampai tertinggi, yaitu memurnikan cinta kalian kepada seseorang yang Allah pilihkan bukan yang kalian inginkan, sampai Allah pertemukan pada surgaNya atas perjuangan itu.

Berbaik Sangka

Tidak ada hak bagi siapapun untuk mencela ketika berhadapan dengan pilihan yang berbeda dari siapapun. Menyampaikan pendapat bukan berarti kita bebas memberikan julukan keburukan. Saat melihat orang lain belum atau tidak berada pada level cinta tertinggi, hargai itu sebagai pilihan. Bukan berarti ketika seseorang yang memilih “PACARAN” pasti lebih buruk dari orang yang berada pada “RIDHO JODOH”, hanya saja setiap diri sahabat pasti menginginkan posisi tertinggi, apalagi di hadapan Allah, maka semangatlah untuk meraih itu. Banyak jalan memasuki Surganya Allah. It’s jut one way…. Karena bisa jadi, orang yang pacaran justru memiliki amalan unnggulan lain yang bisa dibanggakan di hadapan Allah, seperti zakat misalnya. Janganlah menjadi hakim yang salah memberikan vonis, Allah sebaik-baik penilai.

Amalan Prioritas

Idealnya memang mukmin dituntut untuk baik dalam segala hal, semua aspek (Syumuliyatul Mukmin). Hanya saja manusia hanyalah makhluk yang lemah tanpa kemudahan dan Rahmat dari Allah. Sahabat bisa memilih pintu mana yang kalian suka. Maka,dengan segala keterbatasan yang kalian miliki, amalan prioritas apa yang akan mengharumkanmu di SurgaNya kelak?????

-seperti yg disampaikan pada BBQ kampus tadi sore-

Kisah Abu Nawas

Posted: November 30, 2011 in Referensi Tokoh

Sudah bertahun-tahun Baginda Raja Harun Al Rasyid ingin mengalahkan Abu Nawas. Namun perangkap-perangkap yang selama ini dibuat semua bisa diatasi dengan cara-cara yang cemerlang oleh Abu Nawas. Baginda Raja tidak putus asa. Masih ada puluhan jaring muslihat untuk menjerat Abu Nawas.

Baginda Raja beserta para menteri sering mengunjungi tempat pemandian air hangat yang hanya dikunjungi para pangeran, bangsawan dan orang-orang terkenal. Suatu sore yang cerah ketika Baginda Raja beserta para menterinya berendam di kolam, beliau berkata kepada para menteri,

“Aku punya akal untuk menjebak Abu Nawas.”
“Apakah itu wahai Paduka yang mulia?” tanya salah seorang menteri.
“Kalian tak usah tahu dulu. Aku hanya menghendaki kalian datang lebih dini besok sore. Jangan lupa datanglah besok sebelum Abu Nawas datang karena aku akan mengundangnya untuk mandi bersama-sama kita.” kata Baginda Raja memberi pengarahan.

Baginda Raja memang sengaja tidak menyebutkan tipuan apa yang akan digelar besok. Abu Nawas diundang untuk mandi bersama Baginda Raja dan para menteri di pemandian air hangat yang terkenal itu. Seperti yang telah direncanakan, Baginda Raja dan para menteri sudah datang lebih dahulu. Baginda membawa sembilan belas butir telur ayam. Delapan belas butir dibagikan kepada para menterinya. Satu butir untuk dirinya sendiri.

Kemudian Baginda memberi pengarahan singkat tentang apa yang telah direncanakan untuk menjebak Abu Nawas. Ketika Abu Nawas datang, Baginda Raja beserta para menteri sudah berendam di kolam. Abu Nawas melepas pakaian dan langsung ikut berendam. Abu Nawas harap-harap cemas. Kirakira permainan apa lagi yang akan dihadapi. Mungkin permainan kali ini lebih berat karena Baginda Raja tidak memberi tenggang waktu untuk berpikir.

Tiba-tiba Baginda Raja membuyarkan lamunan Abu Nawas. Beliau berkata, “Hai Abu Nawas, aku mengundangmu mandi bersama karena ingin mengajak engkau ikut dalam permainan kami.”
“Permainan apakah itu Paduka yang mulia ?” tanya Abu Nawas belum mengerti.
“Kita sekali-kali melakukan sesuatu yang secara alami hanya bisa dilakukan oleh binatang. Sebagai manusia kita mesti bisa dengan cara kita masing-masing.” kata Baginda sambil tersenyum.
“Hamba belum mengerti Baginda yang mulia.” kata Abu Nawas agak ketakutan.
“Masing-masing dari kita harus bisa bertelur seperti ayam dan barang siapa yang tidak bisa bertelur maka ia harus dihukum !” kata Baginda.
Abu Nawas tidak berkata apa-apa. Wajahnya nampak murung. Ia semakin yakin dirinya tak akan bisa lolos dari lubang jebakan Baginda dengan mudah. Melihat wajah Abu Nawas murung, wajah Baginda Raja semakin berseri-seri.

“Nah sekarang apalagi yang kita tunggu. Kita menyelam lalu naik ke atas sambil menunjukkan telur kita masing- masing.” perintah Baginda Raja. Baginda Raja dan para menteri mulai menyelam, kemudian naik ke atas satu persatu derigan menanting sebutir telur ayam. Abu Nawas masih di dalam kolam. Ia tentu saja tidak sempat mempersiapkan telur karena ia memang tidak tahu kalau ia diharuskan bertelur seperti ayam.

Kini Abu Nawas tahu kalau Baginda Raja dan para menteri telah mempersiapkan telur masing-masing satu butir. Karena belum ada seorang manusia pun yang bisa bertelur dan tidak akan pernah ada yang bisa. Karena dadanya mulai terasa sesak. Abu Nawas cepat-cepat muncul ke permukaan kemudian naik ke atas. Baginda Raja langsung mendekati Abu Nawas. Abu Nawas nampak tenang, bahkan ia berlaku aneh, tiba-tiba saja ia mengeluarkan suara seperti ayam jantan berkokok, keras sekali sehingga Baginda dan para menterinya merasa heran.

“Ampun Tuanku yang mulia. Hamba tidak bisa bertelur seperti Baginda dan para menteri.” kata Abu Nawas sambil membungkuk hormat.
“Kalau begitu engkau harus dihukum.” kata Baginda bangga.
“Tunggu dulu wahai Tuanku yang mulia.” kata Abu Nawas memohon.
“Apalagi hai Abu Nawas.” kata Baginda tidak sabar. “Paduka yang mulia, sebelumnya ijinkan hamba membela diri. Sebenarnya kalau hamba mau bertelur, hamba tentu mampu. Tetapi hamba merasa menjadi ayam jantan maka hamba tidak bertelur. Hanya ayam betina saja yang bisa bartelur.

“Kuk kuruu yuuuuuk…!” kata Abu Nawas dengan membusungkan dada. Baginda Raja tidak bisa berkata apa-apa. Wajah Baginda dan para menteri yang semula cerah penuh kemenangan kini mendadak berubah menjadi merah padam karena malu. Sebab mereka dianggap ayam betina. Abu Nawas memang licin, malah kini lebih licin daripada belut. Karena merasa malu, Baginda Raja Harun Al Rasyid dan para menteri segera berpakaian dan kembali ke istana tanpa mengucapkan sapatah kata pun. Memang Abu Nawas yang tampaknya blo’on itu sebenarnya diakui oleh para ilmuwan sebagai ahli mantiq atau ilmu logika. Gampang saja baginya untuk membolak-balikkan dan mempermainkan kata-kata guna menjatuhkan mental lawan-lawannya.

Bocah Atasi Perampok dengan Celengan

Posted: November 30, 2011 in Ibroh

Hebat…keren…excellent…great….good….Allahuakbar. Semua maling mestinya punya hati kan ya. seperti berita ini:

BREMEN - Bermaksud untuk melakukan perampokan, seorang pencuri harus puas pulang dengan tangan hampa saat dua orang bocah justru menawarkan tabungan mereka yang disimpan dalam sebuah celengan.

Perampok itu menekan bel sebuah rumah di Schwanewede, Bremen, Jerman dan langsung memaksa untuk masuk ke dalam rumah. Bersenjatakan pistol wajah yang menggunakan topeng, perampok itu pun membuat pengasuh anak yang berada di rumah itu merasa takut.
Pengasuh itu makin takut saat kedua bocah yang tengah ia jaga turun dan melihat perampok yang tengah menodongkan senjata.
Tetapi kejadian berikutnya justru berlangsung aneh. Saat kedua bocah itu memberikan tabungan yang mereka simpan dalam sebuah celengan babi, perampok itu merasa malu dan langsung meninggalkan rumah itu.
“Bocah-bocah itu melihat kejadian di lantai bawah dan langsung turun membawa tabungan mereka,” ucap juru bicara kepolisian seperti dikutip Orange, Senin (21/11/2011).
“Perampok itu mungkin saja sadar apa yang dilakukannya memang perbuatan yang memalukan dan menurunkan senjatanya kemudian langsung pergi,” imbuhnya.
Polisi pun tidak mengeluarkan usia dari kedua bocah tersebut untuk kepentingan perlindungan. Sementara polis pun tidak bisa memproses perampok karena sudah kabur dari lokasi kejadian.

(http://international.okezone.com/read/2011/11/21/214/531969/bocah-atasi-perampok-dengan-celengan)